Hidup adalah Kekekalan Energi ..

Oleh : Intan Sahara

Masih ingat dengan Hukum Kekekalan Energi yang kita pelajari dulu saat SMP ? kurang lebih bunyi nya seperti ini “Energi tidak dapat diciptakan dan energi tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat berubah bentuk atau bertransformasi menjadi energi lain”. Tak perlu buru-buru berpikir soal energi listrik yang dapat berubah bentuk menjadi energi gerak atau energi minyak bumi yang dapat diubah menjadi begitu banyak jenis energi diantaranya listrik, bbm, dls. Makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari pun merupakan bentuk energi yang kemudian diubah menjadi energi tenaga. Tenaga yang dihasilkan dari pembakaran kalori ditubuh kita dapat digunakan menjadi begitu banyak energi lain, seperti belajar, bekerja, merawat anak, berbakti pada orangtua, dan ritual ibadah. Selain itu, aktivitas mental atau batin yang terjadi pada diri kita juga merupakan hasil dari transformasi energi yang kemudian menjadi energi dalam bentuk lain. Aktivitas mental seperti berpikir, mencintai, membenci, mendendam, dan memaafkan merupakan energi yang dengan atau tanpa kita sadari akan bertransformasi ke energi dalam bentuk lain, suatu hari nanti atau ketika saatnya tepat. Energi positif akan berubah menjadi energi positif dalam bentuk lain, sebaiknya energi negatif akan berubah menjadi energi negatif dalam bentuk lain.

Di Quran terdapat ayat dari firman Allah SWT yang terkait dengan kekekalan energi, diantaranya,

 “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]:7-8)

Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula. (QS. Ar-Rahman [55]:60).

“Siapa yang datang membawa kebaikan, baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan siapa yang datang membawa kejahatan, tidaklah diberi balasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan seimbang dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (SQ. Al-Qashash [28]:84)

Sejatinya apapun yang kita lakukan tidak akan pernah musnah, melainkan berubah ke dalam bentuk lain. Kebaikan akan menghasilkan (berubah menjadi) kebaikan lagi (walaupun bisa dalam kebaikan dgn bentuk lain), keburukan akan menghasilkan (berubah menjadi) keburukan lain (bisa juga dalam keburukan dgn bentuk lain).

Saya yakin bahwa hal itu adalah suatu keniscayaan, seperti yang Allah SWT sang maha pencipta gariskan menjadi suatu aturan alam, dan kemudian di “tafsirkan” oleh Newton sebagai kekekalan energi.

Dengan memahami isi Quran dan sains yang tidak pernah saling bertentangan, insya allah semoga menjadikan kita lebih tenang dalam menghadapi hidup. Tak pernah tertukar energi yang ditanam orang untuk dirinya dan orang lain melainkan akan kembali pada dirinya sendiri yang merupakan hasil dari akumulasi energi yang ia sendiri tanamkan, walau sebesar biji zarrah pun J

Serta atas kemurahanNya kita diberikan hak untuk memilih dan menentukan energi apa yang akan kita tanamkan dalam hidup ini beserta konsekuensinya. Itu semua harus dijalani sendiri, tak bisa diwakilkan.

Gambar

Wallahualam ..

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s