Homoseksualitas: Bawaan atau Kesempatan ?

Intan Sahara (Dir. Konseling dan Konsultan Family Center Askaf Foundation, Social Working)

Kaum LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender) terus mgay-teens-timeenunjukkan eksistensi mereka dan berjuang agar keberadaannya diakui secara hukum. Bahkan tokoh gay yang pernah berupaya menjadi anggota Komnas HAM bercita cita mendirikan partai politik yang anggotanya adalah kaum lesbi, gay, biseksual, dan transgender. Meskipun bagi masyarakan umum LGBT adalah suatu diluar nalar fitrah, namun kaum LGBT tidak lagi merasa bahwa perilakunya itu menyimpang. Bahkan Tokoh Gay di Indonesia menginginkan agar kaum gay dapat melakukan pernikahan yang sah di muka umum.

Salah satu legitimasi yang dibawa para aktivis LGBT itu adalah teori gen-gay. Teori ini menyatakan bahwa terdapat gen yang berperan menjadikan seseorang homoseksual. Gen tersebut dinamakan gay-gene. Ini artinya homoseksualitas adalah suatu bawaan. Teori ini muncul pertama kali pada tahun 1899 oleh ilmuwan Magnus Hirscheld. Disusul pada tahun 1993, gen-gay dimunculkan kembali gaungnya oleh seorang peneliti yang juga gay, Dean Hamer. Dia menyatakan bahwa gen homoseksualitas diturunkan oleh ibu sebagai gen pembawa atau karier. Ini berarti karena homoseksual merupakan bawaan (inborn) yang ditentukan oleh genetika atau homoseksual BUKAN lah suatu disorder atau kelainan. Pemberian terapi hanya akan menyakiti perasaan individu dengan homoseksualitas. Dikatakan bahwa homoseksual hanya merupakan variasi populasi manusia. Teori tersebut juga mengklaim bahwa homosksualitas tidak dapat diubah karena merupakan suatu bawaan genetika.

Teori gen gay itulah yang digunakan aktivis LGBT untuk melegitimasi penyimpangan perilaku SSA (Same sex attraction). Tapi benarkah homoseksual merupakan suatu bawaan, takdir, ketentuanNya ? Atau teori gen gay itu merupakan suatu propaganda busuk yang menjerumuskan? Bagaimana Islam memandang homoseksualitas?

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”(QS. Al-A’raf [7]: 80-81).

Homoseksual dalam pandangan Islam berarti telah melanggar ketentuanNya dan fitrah manusia normal. Homoseksualitas adalah perbuatan yang melampaui batas. Meskipun teori gen gay menyatakan keterlibatan genetika atau artinya homoseksual dipandanng sebagai fitrah, namun peneliti Dean Hamer TERNYATA tidak menemukan gen pembawa sifat homoseksual. Ia sendiri yang menyatakan risetnya tak mendukung homoseksualitas adalah suatu bawaan. Dengan demikian runtuhlah teori gen gay yang ia pernah gagas. Homoseksualitas tidak dikendalikan gen, bukan faktor bawaan, dan berarti homoseksualitas merupakan suatu penyimpangan perilaku.

Terdapat teori lain yang mneguatkan keruntuhan teori gen gay. Neil Whitehead mengemukakan banyak bukti dalam penelitiannya bahwa homoseksualitas adalah orientasi seksual oleh kesempatan. Neil menyatakan bahwa sebagaimana perilaku seksual lainnya (gaya bercinta, dls), orientasi seksual juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya. Kekaguman pada suatu budaya termasuk budaya homoseksual mempengaruhi preferensi seksual individu. Seorang gay juga secara tidak sadar mempersepsi kejadian-kejadian di masa kecil menjadikannya homoseksual. ini juga meruntuhkan anggpan bahwa menjadi gay merupakan suatu pilihan sadar.

Jika memang homoseksualitas bukan suatu bawaan genetika dan merupakan suatu penyimpangan perilaku, pertanyannya apakah kaum homoseksual ingin kembali dan berjuang kepada fitrahnya?

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar/39:53)

Baca selanjutnya: Perubahan Diri karena Plastisitas Otak.

 

 

terbuka jalan baginya agar kaum gay, homoseksual dan transgender bisa diakui eksistensinya sebagai manusia dan dihormati hak asasinya sebagai manusia. Dan tidak ada halangan bagi kaum gay untuk melakukan perkawinannya secara sah di muka hukum dan mengumumkan secara terbuka statusnya sebagai homoseksual atau transgender. – See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2012/09/14/20633/tokoh-gay-dede-oetomo-ingin-legalkan-kawin-sejenis/#sthash.bEWHu14o.dpuf
terbuka jalan baginya agar kaum gay, homoseksual dan transgender bisa diakui eksistensinya sebagai manusia dan dihormati hak asasinya sebagai manusia. Dan tidak ada halangan bagi kaum gay untuk melakukan perkawinannya secara sah di muka hukum dan mengumumkan secara terbuka statusnya sebagai homoseksual atau transgender. – See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2012/09/14/20633/tokoh-gay-dede-oetomo-ingin-legalkan-kawin-sejenis/#sthash.bEWHu14o.dpuf
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s