Mensyukuri Nikmat Adalah Nikmat Itu Sendiri

Setiap kali memperhatikan curahan nikmat Allah, saya tidak tahu bagaimana harus mensyukurinya. Saya mengerti bahwa bersyukur adalah bagian dari nikmat, namun harus saya akui bahwa saya banyak melakukan kelalaian. Saya berharap pengakuan ini dapat dianggap sebagai refleksi dari pelaksanaan hak-hak yang saya milliki.

Saya berharap dapat memikirkan pintu-pintu kebaikan. Orang yang shalat ataupun berpuasa hendaknya melihat bahwa dirinyaseperti seorang pelayan yang menunaikan kewajiban kepada tuannya. Saya menganggap shalat dua rakaat yang saya laksanakan adalah demi kepentingan saya karena Dzat yang saya sembah tidak membutuhkan ketaatan saya.

yang aneh adalah jika melakukan pengabdian, seseorang selalu menuntut hak dan bagiannya. Bagaimana mungkin ia melihat dirinya telah banyak melakukan sesuatu padahal apa yang ia lakukan belum seberapa dibandingkan nikmatNya yang tak mungkin dibalas haya dengan pengabdian.

Bagaimana mungkin manusia mensyukuri nikmat padahal bersyukur itu sendiri merupakan nikmatNya?

(dari Imam Ibnu Al Jauzy)

Advertisement